Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Linimasa Muhammadiyah Bagian-7

Linimasa Muhammadiyah Tahun 1971 - 2009

 

1971

  • Muktamar ke-38 Muhammadiyah di Ujung Pandang.

 

Linimasa Muhammadiyah Bagian-6

 Linimasa Muhammadiyah 1961- 1970

 1961

  • 16 Juli 1961. Pembentukan Ikatan Pelajar Muham­madiyah (IPM).
  • 14 Agustus 1961. Hisbul Wathon dan organisasi kepanduan lainnya melebur menjadi Pramuka.  Sukarno juga melantik Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ka Kwarnas Pertama.

Linimasa Muhammadiyah Bagian-5

Linimasa Muhammadiyah Tahun 1951-1960

1951

  • Agustus Sidang Tanwir I mengeluarkan resolusi yang intinya meminta Pemerintah Indonesia mengembalikan calon jemaah haji yang gagal berangkat dan masih berada di Jakarta, ketempat masing-masing dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan mengganti kerugian yang dialami oleh calon haji, seta meminta pemerintah membentuk suatu komisi guna menyelidiki kasus itu. Sidang Tanwir itu juga berhasil merumuskan konsepsi tentang Majelis Ekonomi.
  • Selain itu dibentuk panitia kecil untuk merancang UU Perkawinan. Melalui Masyumi Muhammadiyah meminta supaya memperjuangkan agar UU Perkawinan itu tidak diajukan ke DPR sebelum adanya pemilihan umum atau bahkan kalau mungkin digagalkan. Sikap Muhammadiyah seperti itu menimbulkan bermacam-macam reaksi balik.
  • 10 Desember. Dibangun kembali Madrasah Mual­limin Muhammadiyah. Gedung Mu’allimin sebelum hancur pada masa clash II pernah digunakan sebagai markas gerilya melawan Belanda. 

Linimasa Muhammadiyah Bagian-4


Linimasa Muhammadiyah Tahun 1941 - 1950

1941

  • Pertemuan antar cabang se-Jawa. 
  • Perubahan nama Kweekschool Muhammadiyah menjadi Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah terjadi pada tahun 1941 berdasar hasil kongres Muhammadyah ke-23 19-25 Juli 1934 di Yogyakarta (Soeara Muhammadijah, 1941). 

Linimasa Muhammadiyah Bagian-3

Linimasa Muhammadiyah 1931- 1940

1931

  • Kongres ke-20 Muhammadiyah di Yogyakarta. Dalam kongres ini diputuskan bahwa Siswa Praja Wanita berganti nama menjadi Nasyiatul Aisyiyah.
  • AR. Sutan Mansur dikukuhkan sebagai Konsul Muhammadiyah untuk wilayah Minangkabau (Sumatera Barat).

Linimasa Muhammadiyah Bagian-2

Linimasa Muhammadiyah 1921 - 1930

1921

  • 7 Mei 1921 Dahlan mengajukan permohonan kepada pemerintah Hindia Belanda untuk mendirikan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Permohonan ini dikabulkan oleh pemerintah Hindia Belanda (2 September 1921).
  • Terbentuk cabang baru di luar residensi Yogyakarta yaitu di Blora (27 November), Surabaya (27 November), dan Kepanjen (21 Desember).
  • Algemeene Vergadering X di Yogyakarta.
  • Pada konferensi Muhammadiyah yang membahas tentang perkaderan pemuda, adalah pertemuan pertama kali antara KH.Busyro Syuhada dan H.Burhan (guru pencak dari Banjarnegara), dengan dua kakak beradik A.Dimyati dan M.Wahib (asal Kauman). Sejak itu, dua kakak beradik tersebut berguru pencak silat kepada KH.Busyro Syuhada (lahir 1872 di Banjarnegara, dan masih keturunan dari R.Ontowirjo/P. Dipo Negoro). 

 

Linimasa Muhammadiyah Bagian-1

Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebuah gerakan Islam dengan dakwah amar ma'ruf nahi munkar dan tajdid,  yang bersumber dari Al Qur'an dan As Sunnah. Amar ma'ruf nahi munkar artinya mengajak berbuat kebaikan dan melarang kemunkaran. Sedangkan tajdid bermakna pembaruan dengan cara  menghidupkan, membangkitkan, mengembalikan dan memurnikan ajaran Islam,  sesuai kepada ajaran Nabi Muhammad SAW, serta lepas dari bid'ah, khurafat, dan tahayul. Arti kata "Muhammadiyah" sendiri berarti pengikut Muhammad SAW.

Tulisan ini berisi linimasa gerakan Muhammadiyah, diambil dari http://www.muhammadiyah.or.id/id/1-content-154-det-timelinemuhammadiyah.html, dan penambahan dari beberapa sumber lainnya.


Sejarah 10 Perguruan Historis IPSI

IPSI (Ikatan Pencak Silat seluruh Indonesia, sekarang menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia) berdiri pada tanggal 18 Mei 1948, di Surakarta. IPSI didirikan oleh Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia, yang pada sidang paripurnanya menetapkan Mr. Wongsonegoro sebagai Ketua PB. IPSI (Pengurus Besar IPSI). Mr.Wongsonegoro saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. Kala itu IPSI bernaung di bawah Kementerian Pembangunan dan Pemuda, yang saat itu dijabat oleh Supeno.

Omar Makino dalam Sejarah Tapak Suci

Dalam sejarah Tapak Suci ada disebutkan tentang seorang perwira berkebangsaan Jepang yang bernama Makino, yang pernah datang ke Kauman pada tahun 1943. Tulisan ini untuk mengungkap kembali sosok tentang Makino, berdasarkan tulisan-tulisan yang berhasil penulis temukan.

Kaum Santri Melawan Kolonial: Dari Hizbullah hingga Angkatan Perang Sabil (APS) di Jogjakarta

Kaum Santri Melawan Kolonial: Dari Hizbullah hingga Angkatan Perang Sabil (APS) di Jogjakarta. Sumber tulisan:
https://adabydarban.blogspot.com/2009/06/?m=1 

Dari tulisan ini dapat kita ketahui kiprah beberapa tokoh Tapak Suci dan Muhammadiyah seperti; M.Djuraimi, K.H.R. Haiban Hadjid, Waston Sudja', dan murid-murid Perguruan Siranoman, dalam perjuangan tanpa pamrih untuk membela tanah air; 
Penulis : Ahmad Adaby Darban, pada tahun 1987-1995 pernah bertugas sebagai staf Departemen Pembinaan Ruhani Pimpinan Pusat Lembaga Seni Bela Diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah, kemudian sebagai Ketua Majelis Pustaka Pimpinan Pusat Muhammadiyah ( 1995-2000).